SISTEM PENGISIAN PADA MOBIL

CARA KERJA SISTEM PENGISIAN DENGAN IC REGULATOR TIPE B

1. Kunci Kontak “ON” dan Mesin Belum Berputar

Saat kunci kontak “ON” dan mesin belum berputar, pada stator coil belum ada tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :

Battery > fuse > S alternator > S IC regulator > BIC > BAT alternator > B IC regulator > BIC

Aliran arus diatas membuat BIC meng”ON”kan transistor karena mendeteksi tegangan battery kurang dari 14,7 volt. Sehingga terjadi arus :

Battery > fuse > starter switch > IG alternator > dioda > R IC regulator > tahanan > L IC regulator > rotor coil > F IC regulator > Tr “ON” > E (massa).

Aliran arus tersebut membuat kemagnetan pada rotor coil kecil sekali. Hal ini menyebebkan aliran arus seperti berikut :

Battery > fuse > starter switch > IG alternator > dioda > R IC regulator > tahanan > L IC regulator > L alternator > kumparan charge relay > ZD “OFF”.

Karena aliran arus diatas, kumparan charge relay tidak menjadi magnet dan menghaslkan aliran arus seperti di bawah ini :

Battery > fuse > starter switch > charge light > plat kontak CHG relay > massa.

Akibatnya, charge light menyala.

2. Mesin Hidup dan Tegangan Output Di Bawah Standar (<14,7 Volt)

Saat mesin hidup pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :

Stator coil > dioda > BAT alternator > S alternator > S IC reg > BIC > B IC regulator > BIC

Hal diatas membuat BIC meng”ON”kan transistor karena mendeteksi tegangan output ku-rang dari 14,7 volt dan membuat aliran arus seperti berikut :

Stator coil > field dioda > rotor coil > F IC regulator > Tr “ON” > E IC regulator > E alternator > massa.

Sehingga rotor coil menjadi magnet dan membuat arus seperti dibawah ini :

Stator coil > field dioda > L alternator > kumparan charge relay > ZD ”ON” > massa

Hal tersebut membuat kumparan charge relay menjadi magnet dan menarik plat kontak ke atas, sehingga charge light mati karena tidak ada beda potensial.

3. Mesin Hidup Tegangan Output Di Atas Standar (14,7 Volt)


Saat mesin hidup pada stator coil terjadi tegangan induksi, sehingga terjadi aliran arus :

Stator coil > dioda > BAT alternator > S alternator > S IC reg > BIC > B IC regulator > BIC

Sehingga BIC meng”OFF”kan transistor karena mendeteksi tegangan output lebih dari 14,7 volt. Hal ini membuat aliran arus seperti di bawah ini :

Stator coil > field dioda > rotor coil > F IC regulator > Tr “OFF”

Sehingga rotor coil tidak menjadi magnet dan membuat aliran arus :

Stator coil > field dioda > L alternator > kumparan charge relay > ZD ”ON” > massa

Aliran arus diatas membuat kumparan charge relay menjadi magnet dan menarik plat kontak ke atas, sehingga charge light mati karena tidak ada beda potensial.

 

SUMBER: http://rshsmart.blogspot.com/2012/09/sistem-pengisian-pada-mobil-part-6.html

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s